Riski Maya Sari

KLINIK

Dec. 18, 2012 No Comments Posted under: Uncategorized

SEJARAH
BERDIRINYA KLINIK BUNDA ADIMA

A.    SEJARAH
    Hampir 4 tahun berjalan, berawal dari tempat Dokter praktek sore jadilah Klinik Bunda Adima tepatnya Bulan Mei 2004 diadakan Syukuran pembukaan Klinik Bunda Adima yang ditandai pengobatan Massal untuk masyarakat sekitar Klinik Buna Adima, acara mendapat respon positif dari masyarakat dengan antusias mereka berdatangan membawa kupon pengobatan.
    Setelah 4 tahun berlalu, Klinik yang berlokasi di Jl,Kamp.Pajak No.62 Kanopan Kecamatan NA.IX-X Aek Kota Batu Kabupaten Labuhan Batu Utara, yang melayani pemeriksaan Umum, Ibu Hamil,Bersalin, Anak, KB. Staff Bidan jaga 24 jam yang sekarang telah berdiri bangunan sederhanatempat Klinik Bunda Adima, Klinik buka 24 jam dan Apotek Rima dengan  3 orang staff bidan dan 3 orang perawat jaga yang bergiliran serta 1 orang cleaning cervice yang dibawah peraturan penanggung jawab Dr. Indra Rian Satya S.POG

B.    VISI
•    Menjadikan Klinik kesehatan Bunda Adima yang berkualitas di bidang kesehatan dan bermutu sesuai standar yang terbaik, serta selalu berkembang dalam sumber daya manusia.
•    Memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat

C.    MISI
•    Memberikan pelayanan kesehatan umum yang profesional kepada masyarakat
•    Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan yang bermutu dengan biaya yang terjangkau khususnya kesehatan pada Ibu dan Anak
•    Menciptakan suasana kerja yang dilandasi oleh rasa kekeluargaan antar Dokter dan Staf
•    Memberikan hasil pemeriksaan dalam waktu yang cepat
•    Menyediakan berbagai jenis pemeriksaan dengan harga yang terjangkau
•    Menjaga keakuratan hasil pemeriksaan dan privasi pasien
•    Melayani stiap pribadi dengan sepenuh hati

D.    TUJUAN
•    Untuk membantu program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dan untuk mengurangi AKI dan AKB
•    Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan terus mengembangkan diri dan menjalin kerja sama dengan masyarakat
•    Untuk mempermudah  masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang baik
•    Untuk membantu masyarakat agar  mendapat pertolongan darurat untuk pertolongan lebih lanjut

E.    MOTTO
“ Kepuasan Anda adalah Kepuasan Kami dan Kesembuhan Anda adalah Harapan Kami “

F.    TARGET
Adapun target berdirinya Klinik ini untuk meningkatkan Ibu Hamil yang memeriksakan kehamilannya, Ibu Bersalin yang ingin Bersalin, meningkatkan pengetahuan Ibu dan keluarga tentang kesehatan dan pentingnya Imunisasi pada Anak serta pelayanan Keluarga Berencana (KB)
IZIN MENDIRIKAN KLINIK
a)    Untuk Izin Mendirikan Klinik:
1.    Status kepemilikan
2.    Rekomendasi izin mendirikan
3.    Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
4.    Izin Penggunaan Bangunan (IPB)
5.    Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

b)    Untuk Izin Operasional Klinik :
1.    Permohonan Operasional Klinik
2.    Telah Memiliki izin mendirikan Klinik
3.    Sarana prasarana :Tersedia dan berfungsinya sarana dan prasarana pada :
    Rawat jalan
    Rawat inap (tergantung kebutuhan)
    Ruang Gawatdarurat
    Ruang obat/farmasi
    Ruang kantor dan administrasi
    Ruang tunggu
    Pengolahan sampah
    Pelataran parkir yang mencukupi
4.    Peralatan
    Tersedia dan berfungsinya peralatan/perlengkapan medik dan non medik untuk penyelenggaraan pelayanan yang memenuhi standar pelayanan, persyaratan mutu, keamanan, keselamatan dan laik pakai sesuai dengan jenis dan klasifikasinya
    Memiliki izin pemanfaatan dari instansi berwenang sesuai ketentuan yang berlaku untuk peralatan tertentu
5.    Sumber daya manusia
    Tenaga medis Tetap : 1 Dokter Kandungan
    Perawat tetap minimal 3 orang
    Tenaga Bidan 3 orang
c)    Administrasi manajemen
    Struktur organisasiDirektur  seorang dokter sebagai penanggung jawab
    Surat ijin praktik dokter
    Perjanjian kerjasama Klinik dan dokter
    Administrasi umum dan keuangan
    Denah lokasi
d)    Bukti setoran PBB
e)    Membayar biaya administrasi

KELENGKAPAN ADMINISTRASI, PERALATAN, SARANA, DAN PRASARANA BIDAN PRAKTEK SWASTA

1)    ADMINISTRASI
a.    Memiliki papan nama bidan praktek swasta(Klinik Putra kembar)
b.    Mempunyai SIPB dan masih berlaku
c.    Ada visi dan misi
d.    Ada falsafah
e.    Memiliki buku standar pelayanan kebidanan
f.    Ada buku pelayanan KB
g.    Ada buku standar pelayanan kebidanan neonatal
h.    Ada buku register pasien
i.    Ada format catatan medic
j.    Antenatal
k.    Persalinan
l.    Nifas
m.    Bayi Baru Lahir
n.    Keluarga Berencana
o.    Bayi Sehat
p.    Rujukan
q.    Laporan
r.    Surat Kelahiran
s.    Surat Kematian
t.    Partograf
u.    Informed Consent
v.    Formulir Permintaan Darah

2)    PERALATAN DAN OBAT-OBATAN
a.    PERALATAN TIDAK STERIL
    Tensimeter
    Stetoskop biokuler
    Stetoskop monokuler
    Timbangan dewasa
    Timbangan bayi
    Pengukuran panjang bayi
    Thermometer
    Oksigen dalam regulator
    Ambu bag dengan masker resusitasi (ibu+bayi)
    Penghisap lendir
    Lampu sorot
    Penghitung nadi
    Sterilisator
    Bak instrument dengan tutup
    Reflek Hammer
    Alat pemeriksaan Hb (Sahli)
    Set pemeriksaan urine (protein + reduksi)
    Pita pengukur
    Plastik penutup instrument steril
    Sarung tangan karet untuk mencuci alat
    Apron / celemek
    Masker
    Pengaman mata
    Sarung kaki plastik
    Infus set
    Standar infuse
    Semprit disposable
    Tempat kotoran / sampah
    Tempat kain kotor
    Tempat plasenta
    Pot
    Piala ginjal / bengkok
    Sikat, sabun dan tempatnya
    Kertas lakmus
    Semprit glyserin
    Gunting verband
    Spateln lidah
    IUD kit
    Implant kit
    Covis
    Suction
    Gergaji implant

c)    PERALATAN STERIL
    Klem pean
    Klem ½ kocher
    Korentang
    Gunting tali pusat
    Gunting benang
    Gunting episiotomy
    Kateter karet  / metal
    Pinset anatomis
    Pinset chirurgic
    Speculum vagina
    Mangkok metal kecil
    Pengikat tali pusat
    Pengisap lendir
     Tampon tang dan tampon vagina
    Pemegang Jarum
    Jarum kulit dan otot
    Sarung tangan
    Benang suter + catgut
    Doek steril

d)    BAHAN HABIS PAKAI
    Kapas
    Kain kasa
    Plester
    Handuk
    Pembalut wanita

e)    FORMULIR YANG DISEDIAKAN
    Formulir Informed Consent
    Formulir ANC
    Partograf
    Formulir persalinan / nifas dan KB
    Formulir rujukan
    Formulir surat kelahiran
    Formulir permintaan darah
    Formulir kematian

f)    OBAT-OBATAN
    Roborantia
    Vaksin
    Syok anafilak
    Adrenalin 1:1000
    Anti histamine
    Hidrokortison
    Aminophilin 230 mg / 10ml
    Dopamine
    Sedatife
    Antibiotik
    Uterotonika
    Antipiretika
    Koagulantika
    Anti kejang
    Glyserin
    Cairan infuse
    Obat luka
    Cairan desinfektan
    Obat penanganan asphiksia pada BBL

3)    ASUHAN BAYI ROOMING-IN / RAWAT GABUNG
4)    MEDIA PENYULUHAN KESEHATAN
a.    Ada poster di dinding
•    Pesan-pesan ASI Ekslusif
•    Pesan Immunisasi
•    Pesan Vitamin A
•    Persalinan
•    Tanda Bahaya
b.    Ada leaflet
c.    Ada booklet
d.    Ada majalah bidan
e.    dan lainnya

5)    SARANA
a. Rumah terbuat dari tembok
b. Lantai keramik
c. Ruang tempat periksa
d. Ruang perawatan
e. Dapur
f. Kamar mandi
g. Ruang cuci pakaian/alat
h. Ruang tunggu
i. Wastafel
j. Tempat sampah
h. Tempat parkir

ASPEK PENDIDIKAN, PENGALAMAN, PERAN, DAN FUNGSI
BIDAN DI BPS

1.    PENDIDIKAN TAMBAHAN
Seorang bidan harus dapat meningkatkan dan mengembangkan pengetahuannya serta keterampilan profesinya dengan mengikuti kegiatan akademis sesuai dengan bidang tugasnya baik yang diselenggarakan pemerintah maupun oleh organisasi profesi, antara lain:
a.    Diploma III Kebidanan
b.    Diploma III Keperawatan
c.    Diploma IV Kebidanan
d.    Diploma IV Keperawatan
e.    S 1 Kebidanan
f.    S 1 Keperawatan
g.    S 1 Kesehatan Masyarakat
h.    Dll

2.    PELATIHAN YANG DIIKUTI
Selain dari jenjang formal yang juga seharusnya diikuti oleh bidan adalah berbagai macam pelatihan atau pendidikan informal dalam rangka meningkatkan pengetahuan baik tekhnis maupun non tekhnis, anatara lain :

b.    Asuhan persalinan normal
c.    LSS
d.    Diklat jarak jauh bidan
e.    keluarga berencana
f.    insersi IUD
g.    pemasangan AKBK
h.    pelatihan penanganan HIV AIDS
i.    pelatihan isu gender
j.    pelatian kesehatan reproduksi
k.    dan lainnya
3.    KEIKUTSERTAAN DALAM ORGANISASI
Dalam organisasi IBI, seorang bidan hendaknya dapat menjalankan peran dan fungsinya sebgai :
a.    anggota IBI dan atau
b.    sebagai pengurus aktif IBI

4.    FUNGSI BPS
BPS selain berfungsi tempat pelayanan masyarakat terutama ibu dan anak, hendaknya dapat pula berfungsi sebagai tempat pemberdayaan masyarakat yang juga berperan ikut serta dalam kegiatan peran serta masyarakat, misalnya :
a.    kegiatan posyandu
b.    membina posyandu
c.    membina kader
d.    membina dukun
e.    menjadi ibu asuh
f.    membina dasa wisma
g.    menjadi anggota organisasi kemasyarakatan

5.     PENGHARGAAN
Seorang bidan juga dituntut mempunyai kualitas yang baik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan memiliki kompetitif yang tinggi dan sehat, berkaitan dengan hal itu ada beberapa penghargaan yang diterima oleh bidan baik dari pemerintah, organisasi profesi maupun pihak swata/LSM berupa:
a. Bidan teladan
b. RB/Klinik teladan
c. Penghargaan lainnya yang berkaitan dengan bidan dalam menjalankan peran dan fungsinya

6. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN DI BPS
Adapun kegiatan – kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh seoang bidan di BPS adalah sebgai berikut :
a. Penyuluhan kesehatan
b. Konseling KB
c.  ANC
d. Asuhan Persalinan
e. Perawatan Nifas
f. Perawatan Bayi
g. Pelayanan KB (IUD, AKBK, Suntik, Pil)
h. Imunisasi (ibu dan bayi)
i. Kesehatan Reproduksi Remaja
j. Perawatan Pasca Keguguran, dll

7. PELAKSANAAN MANAJEMEN LAKTASI
Dalam pelaksanaan menggalakkan program pemberian ASI Ekslusif, bidan dalam hal ini hendaknya memiliki serta melaksanakan manajemen laktasi, antara lain:
a. Penyuluhan tentang
1) Perawatan buah dada
2) Memberikan ASI Ekslusif
3) Cara mendeteksi yang baik dan benar
4) Cara mengatasi masalah menyusui
b. Melaksanakan bonding
c. Melatih bayi untuk menetek segera setelah bayi lahir
d. Melakukan program ASI Ekslusif

F.WEWENANG BIDAN
Bidan dalam menjalankan prakteknya berwenang untuk memberikan pelayanan, meliputi:
a. Pelayanan kebidanan
b. Pelayanan keluarga berencana
c. Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan kebidanan ditujukan kepada ibu dan anak. Pelayanan kepada ibu diberikan masa pra nikah, masa kehamilan, masa persalinan, masa nifas dan masa antara (periode interval). Pelayanan kebidanan kepada anak diberikan pada masa bayi baru lahir, masa bayi, masa anak balita dan masa pra sekolah.
Pelayanan kepada ibu meliputi :
a.    Penyuluhan dan konseling
b.    Pemeriksaan fisik
c.    Pelayanan antenatal pada kehamilan normal
d.    Pertolongan pada kehamilan abnormal yang mencakup ibu hamil dengan abortus iminens, hyperemesis gravidarum tingkat I, pre eklampsi ringan dan anemi ringan
e.    Pertolongan persalinan normal
f.    Pertolongan persalinan  abnormal yang mencakup letak sunsang, partus macet, kepala didasar panggul , tanpa infeksi, perdarahan post partum, laserasi jalan lahir, distosia karena inersia uteri primer, post term dan pre term
g.    Pelayanan pada ibu nifas normal yang mencakup retensio plasenta, renjatan dan infeksi ringan.
h.    Pelayanan dan pengobatan pada kelainan ginekologi yang meliputi keputihan, perdarahan yang tidk teratur dan perdarahan haid.
Pelayanan kebidanan pada anak meliputi :
a. pemeriksaan bayi baru lahir
b. perawatan tali pusat
c. perawatan bayi
d. resusitasi pada BBL
e. pemantauan tumbang anak
f. pemberian imunisasi
g. pemberian penyuluhan
Bidan dalam memberikan pelayanan keluarga berencana berwenang untuk:
a. Memberikan obat dan kontrasepsi oral, suntikan dan AKDR, AKBK dan kondom
b. Memberikan penyuluhan atau konseling pemakaian kontrasepsi
c. Melakukan pencabutan ala kontrasepsi bawah kulit tanpa penyulit
d. Melakukan pencabutan alat kontrsepsi dalam  rahim
e. Memberikan konseling untuk pelayanan kebidanan, keluarga berencana dan kesehatan  masyarakat
Bidan dalam memberikan penyuluhan kesehatan masyarakat berwenang untuk :
a.    Membina peran serta masyarakat dibidang kesehatan ibu dan anak
b.    Memantau tumbuh kembang
c.    Melaksanakan pelayanan kebidanan komuniti
d.    Melaksanakan deteksi dini, melaksanakan pertolongan pertama, merujuk dan memberikan penyuluhan infeksi menular seksual (PMS), penyalah gunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) serta penyakit lainnya.
Dari pesyaratan yang diberikan pemerintah berikut di atas klinik putra kembar telah mampu menjalankan dan melengkapinya.

This entry was posted on Tuesday, December 18th, 2012 at 6:35 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

Comments are closed.

>